Minggu, 28 Februari 2016

Kehamilan Yang Dinantikan (Part 1)

Menikah dengan Hilman Haljan, S.Pd ditahun 2011 adalah suatu kebahagiaan yang sangat disyukuri sepanjang hayat. Dipertemukan lewat pengajian, membuata hubungan kami selalu hangat dan insyaAllah dilandasi iman dan takwa serta rasa saling cinta karena Allah SWT semata,
Sebagaimana rumah tangga lainnya, apalagi ini rumah tangga ideologis..(....:-) insyaAllah), pastilah saya dan abia (panggilan sayang buat kak hilman) ingin segera punya anak. Ternyata penantian ini begitu lama....dan ujian untuk menanti sang buah hati sangatlah berat.

Paling pusing kalau apa coba??!! Hehehe,,, paling pusing kalau ada yang nanyain, sudah hamil belum? emangnya udah berapa tahun nikahnya?? Hwaaaa...rasanya pengen bilang ke orang yang nanya, supaya jangan nanya-nanya lagi soal kapan hamil, udah berapa tahun nikah dan segala pertanyaan yang sejenis itu...GONDOKKKKK! Pengen nangis, dll. Pernah ada kejadian, di acara aqiqah di rumah teman. Saat penyajian makanan, saya yang meraasa masih muda, tentu wajib membantu. Ehh..pas lagi semangatnya membantu, ada teman yang nyeletuk " IYA, YANG BELUM PUNYA ANAK, ANGKAT PIRING!!"..
Emang sih itu kata candaan, tapi sakitnya itu lhooohhh...SAKITNYA TUH DISINI!!!
Pulangnya, saat dibonceng suami, saya inisiatif cerita ke suami, dan nyuuuuuuussssss... :-(  air mata berderai sepanjang jalan, sampe rumah... Untungnya abia'ku sayang selalu menyemangati dan selalu kasih harapan...Dalam hati saya berucap alhamdulillah, karena suamiku masih lebih kuat dari aku...
Tahun 2012 berlalu, masih puasa n lebaran bersama abia dan orang tua serta mertua.
Tahun 2013 berlalu, masih puasa n lebaran bersama abia, orang tua dan mertua.
Tahun 2014 berlalu, masih puasa bersama mereka semua...abia mulai nggak nyaman dengan pertanyaan orang-orang...hatiku cenat-cenutt..
Tahun 2015 berlalu, masih puasa n lebaran bersama abia, abiaku sayang mulai gondok dengan pertanyaan keluarga. Paling menjengkelkan, abia ditanya "Kok kamu belum berhasil ngebuat Putri hamil? Berobat dong!".. Hwaaaa....untung abi ingat kalau itu masih keluarga jadi abi masih mendiamkan.
Dalam hati saya berseru bahwa saya harus menguatkan diri dan memasrahkan semua urusan keturunan ini pada Allah SWT semata.
Bentuk kepasrahan saya dan abia, salah satunya adalah:
Ngikut suami ke tempat tugasnya...(Suami seorang Guru SD di kabupaten Kolaka Utara)

Resikonya: Saya juga harus absen dan bolos kerja (saya pegawai Dinas Sosial, di Kab. Kolaka).
Tapi demi keluarga ini, saya relalah bolos, dimarahi ataupun kehilangan sejumlah uang Lumsum. Yang penting perasaan saya dan abia tenang dan rasa cinta kami semakin kuat....Lagian, saya bahagia kok jalan sama abi naik motor bolak-balik Kolaka-Kolaka Utara, kurang lebih 3 jam.

It's our adventure. Abia tuh kayak seorang petualang, salah satu alasan kenapa saya sangat mencintainya. Perjalanan ke Kolaka Utara dengan panorama yang indah, layaknya Touring bagi saya. Apalagi abia sering melewati jalan pintas yang indah sekaligus menegangkan (jalan pintas sungai, jembatan gantung yang semi rusak..heheheh).. it's wonderfull. Kadang juga kalau abia mau, saya disinggahkan ke Pantai sekitar Tamborasi, main air sendiri..abia ngeliatin,, ...semoga aja abia senang melihat ku main-main dan menikmati kebahagiaan bersama dia...LUUUUUVVVV ABIA... :-)

Sembari menikmati kebahagiaan bersama abia bolak-balik tempat tugas, saya berusaha santai. Kita benar-benar pasrah...
Di Pertengahan 2015, sejak bulan Juli..tamu bulanan belum datang.. AHHHH...Ya Allah, aku serahkan semuanya Pada Kekuasaan-MU. Lagi pula tamu datang bulanku kadang emang telat datang, jadi saya abaikan.
Saat lebaran idul adha 2015, hati cenat cenut lagi. Sepupu suami yang nikah beberapa bulan sebelumnya udah hamil 2 bulan..Ya Allah, Lapangkan hati hambaMu yang hina ini. Besarkan hatiku untuk mengucap selamat, luaskan hatiku untuk ikut berbahagia atas kehamilan Keluargaku n saudariku sesama muslim ini. Dan Alhamdulillah dengan besar hati, saya dan suami bertandang ke rumah keluarga kami itu dan saya bertemu dengan Sepupu suami. Dengan seikhlas mungkin, saya ucapkan juga " Kak, selamat ya...doakan aku segera menyusul".. C kakak menjawab Amiin..dalam hati saya berdoa, semoga Ucapan Aamiin ituu diijabah oleh ALlah SWT.

Saya udah g mau nanging soal saya belum hamil...cukup! Ya ALLAH, ijabahlah doa kami selama ini...Semoga abia sabar menanti...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar